
Jl. KH. Utsman Dusun Beddian Rt. 29 Rw. 06 Desa Jambesari Kecamatan Jambesari Darus Sholah 68263 Kabupaten Bondowoso

Jl. KH. Utsman Dusun Beddian Rt. 29 Rw. 06 Desa Jambesari Kecamatan Jambesari Darus Sholah 68263 Kabupaten Bondowoso
Artikel
HUMAS, Beddian, 11 Ramadhan 1447 H – Ratusan calon guru tugas Pondok Pesantren Salafiyah (PPS) Al-Utsmani mengikuti pembekalan intensif yang digelar seusai shalat tarawih. Dalam suasana gerimis yang menambah kekhusyukan malam Ramadhan. Kegiatan ini menjadi tradisi tahunan pesantren dalam menyiapkan kader pendidik sebelum diterjunkan ke berbagai daerah di Indonesia.
Hadir sebagai narasumber utama, Dr. Ubaidillah Afief, yang juga menjabat sebagai Ketua Senat STAI Al-Utsmani Bondowoso,memberikan materi bertema Manajemen Kelembagaan dan Kepemimpinan Transformatif. Kehadiran akademisi-aktivis ini menambah bobot intelektual pembekalan, sekaligus memantik semangat para santri yang akan mengemban amanah sebagai guru tugas.
Dalam pemaparannya, Dr. Ubaidillah menekankan bahwa guru tugas bukan sekadar perpanjangan tangan lembaga, tetapi representasi nilai, kultur, dan marwah pesantren.
> “Pesantren ini besar salah satunya karena peran guru tugas yang ditugaskan ke mana-mana. Maka jangan pernah membuat malu lembaga. Guru tugas harus berkualitas dan mampu menjadi uswatun hasanah di tempat pengabdian,” tegasnya.
Kepemimpinan Transformatif dan Manajemen Modern
Materi yang disampaikan tidak hanya bersifat normatif, tetapi berbasis teori manajemen dan kepemimpinan modern. Dr. Ubaidillah mengulas konsep transformational leadership yang dipopulerkan oleh James McGregor Burns dan dikembangkan Bernard M. Bass, di mana pemimpin tidak hanya mengatur, tetapi menginspirasi perubahan dan membangun visi bersama.
Ia juga mengaitkannya dengan teori manajemen klasik Henri Fayol tentang fungsi manajemen: planning, organizing, actuating, dan controlling (POAC). Menurutnya, guru tugas harus mampu merencanakan program pembelajaran, mengorganisasi kegiatan santri, menggerakkan partisipasi masyarakat, serta melakukan evaluasi secara berkelanjutan.
Tak kalah penting, ia menyinggung teori servant leadership yang dipopulerkan Robert K. Greenleaf—sebuah model kepemimpinan yang menempatkan pelayanan sebagai inti. “Di pesantren, kepemimpinan adalah khidmah. Guru tugas harus siap melayani umat dengan rendah hati,” ujarnya.
Praktik Langsung dan Diskusi Interaktif
Suasana pembekalan berlangsung dinamis. Beberapa peserta diminta maju ke depan untuk mempraktikkan simulasi kepemimpinan dan pengambilan keputusan dalam konteks lembaga pendidikan. Diskusi dan tanya jawab berlangsung hangat, menunjukkan antusiasme tinggi para calon guru tugas.
Dalam konteks kelembagaan, Dr. Ubaidillah juga menekankan pentingnya organizational culture atau budaya organisasi. Mengutip teori Edgar H. Schein, ia menjelaskan bahwa keberhasilan lembaga sangat ditentukan oleh nilai-nilai yang diyakini bersama. “Budaya pesantren adalah integritas, disiplin, dan keikhlasan. Itu yang harus dibawa ke manapun kalian ditugaskan,” pesannya.
Membangun Reputasi Melalui Pengabdian
Pembekalan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari strategi kelembagaan PPS Al-Utsmani dalam menjaga reputasi dan jejaring nasionalnya. Para guru tugas yang tersebar di berbagai daerah menjadi duta pesantren yang membangun kepercayaan publik melalui kualitas pengabdian.
Tepat Pukul 23.00 WIB, Di akhir sesi, Dr. Ubaidillah kembali mengingatkan bahwa kualitas pribadi lebih utama daripada sekadar kecakapan teknis. Guru tugas, katanya, harus memiliki integritas moral, kecerdasan emosional, dan ketangguhan spiritual.
“Urusan perjuangan itu sampai mati. Harus tangguh, jangan pernah lelah, apalagi menyerah,” pungkasnya, disambut tepuk tangan para peserta.
Pembekalan ini menjadi bukti bahwa pesantren tidak hanya mencetak santri yang alim dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki visi manajerial dan kepemimpinan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Dari Beddian, pesan tentang kepemimpinan berbasis nilai kembali ditegaskan: bahwa guru tugas adalah wajah pesantren, dan dari merekalah peradaban dibangun. (*)
©Tim IT STAI Al Utsmani 2024

