HUMAS, Grujugan, 13 Maret 2025, Tepat di Desa Wonosari, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso menjadi saksi berakhirnya rangkaian pengabdian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari STAI Al-Utsmani Bondowoso. Kegiatan penarikan KKN tersebut berlangsung dengan suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan sarat dengan pesan moral tentang pentingnya pendidikan bagi generasi muda. Dalam kesempatan itu, Ketua Senat STAI Al-Utsmani Bondowoso, Dr. Ubaidillah Afief, hadir langsung untuk memberikan sambutan sekaligus menutup secara resmi kegiatan pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat Desa Wonosari.
Dalam sambutannya, Dr. Ubaidillah Afief menyampaikan bahwa KKN bukan sekadar program akademik semata, tetapi merupakan bentuk nyata dari pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat. Melalui KKN, mahasiswa belajar hidup bersama masyarakat, memahami problem sosial, serta berupaya memberikan kontribusi kecil untuk kemajuan desa. Ia menegaskan bahwa kampus tidak boleh jauh dari masyarakat, karena sejatinya ilmu pengetahuan harus hadir untuk memberikan manfaat nyata bagi kehidupan umat.
Di hadapan Mahasiswa dan masyarakat Desa Wonosari, perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta para pemuda dan remaja yang hadir, Dr. Ubaidillah Afief juga menyampaikan pesan penting tentang masa depan generasi muda desa. Menurutnya, remaja dan pemuda harus memiliki semangat tinggi untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi. Pendidikan merupakan kunci utama untuk membuka masa depan yang lebih baik, baik bagi diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat.
Ia menekankan bahwa desa yang maju tidak hanya dibangun dengan infrastruktur, tetapi juga dengan kualitas sumber daya manusia yang baik. Oleh karena itu, para pemuda desa diharapkan tidak ragu untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan memperdalam ilmu agama.
Dalam kesempatan yang sama, Dr. Ubaidillah Afief juga mengenalkan Pondok Pesantren Salaf (PPS) Al-Utsmani Bondowoso kepada masyarakat Desa Wonosari. Ia menjelaskan bahwa PPS Al-Utsmani merupakan salah satu lembaga pendidikan salaf yang konsisten menjaga tradisi keilmuan Islam klasik melalui kajian kitab kuning. Pesantren ini hadir sebagai wadah bagi generasi muda yang ingin mendalami ilmu agama secara mendalam dengan metode pembelajaran tradisional yang telah terbukti melahirkan banyak ulama besar di Nusantara.
Menurutnya, di tengah perkembangan zaman yang serba cepat, keberadaan pesantren salaf sangat penting sebagai benteng moral dan spiritual bagi generasi muda. Pesantren bukan hanya tempat belajar agama, tetapi juga tempat membentuk karakter, kedisiplinan, dan akhlak yang mulia.
“Bondowoso membutuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual. Santri adalah fondasi moral bangsa. Oleh karena itu, kami mengajak para pemuda untuk menjadi santri dan melanjutkan pendidikan setinggi mungkin,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Selain memberikan motivasi kepada generasi muda, Dr. Ubaidillah Afief juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Pemerintah Desa Wonosari dan seluruh masyarakat yang telah menerima mahasiswa KKN STAI Al-Utsmani dengan sangat baik selama menjalankan program pengabdian di desa tersebut.
Ia mengakui bahwa selama menjalankan kegiatan KKN, para mahasiswa tentu memiliki banyak keterbatasan dan kekurangan. Oleh karena itu, ia secara terbuka memohon maaf kepada masyarakat apabila selama proses pengabdian terdapat sikap, perilaku, atau kegiatan mahasiswa yang kurang berkenan di hati masyarakat.
“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kepala Desa Wonosari beserta seluruh perangkat desa dan masyarakat yang telah menerima mahasiswa kami dengan penuh kehangatan. Jika selama pelaksanaan KKN terdapat kesalahan, kekhilafan, atau hal-hal yang kurang berkenan dari mahasiswa kami, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya,” ujarnya dengan penuh kerendahan hati.
Suasana acara penarikan KKN berlangsung penuh haru. Banyak warga yang merasa terbantu dengan berbagai program yang telah dijalankan oleh mahasiswa selama berada di Desa Wonosari. Program-program tersebut meliputi kegiatan pendidikan, keagamaan, pemberdayaan masyarakat, serta kegiatan sosial yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat desa.
Beberapa tokoh masyarakat yang hadir juga menyampaikan apresiasi terhadap kehadiran mahasiswa KKN yang dinilai mampu memberikan warna baru bagi kehidupan sosial masyarakat desa. Kehadiran mahasiswa tidak hanya memberikan kontribusi kegiatan, tetapi juga menghadirkan semangat baru bagi para pemuda untuk terus belajar dan berkembang.
Penasehat Desa Wonosari dalam sambutannya juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada STAI Al-Utsmani Bondowoso yang telah mempercayakan Desa Wonosari sebagai lokasi pengabdian mahasiswa. Ia berharap hubungan baik antara perguruan tinggi dan masyarakat desa dapat terus terjalin di masa yang akan datang.
Menurutnya, kegiatan KKN merupakan salah satu bentuk sinergi yang sangat penting antara dunia pendidikan dan masyarakat. Mahasiswa dapat belajar langsung dari kehidupan masyarakat, sementara masyarakat juga mendapatkan manfaat dari berbagai program edukatif yang dibawa oleh mahasiswa.
Di akhir acara, Dr. Ubaidillah Afief kembali menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian penting dari tri dharma perguruan tinggi. Kampus tidak boleh hanya menjadi menara gading yang jauh dari realitas sosial, tetapi harus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan solusi, inspirasi, dan harapan.
Ia berharap pengalaman KKN ini menjadi pelajaran berharga bagi mahasiswa untuk terus mengabdi kepada masyarakat di mana pun mereka berada.
“Ilmu yang paling mulia adalah ilmu yang bermanfaat bagi orang lain. Jika kalian ingin menjadi orang besar, maka mulailah dengan menjadi orang yang bermanfaat bagi masyarakat,” pesan Dr. Ubaidillah Afief kepada para mahasiswa.
Dengan berakhirnya kegiatan penarikan KKN tersebut, mahasiswa STAI Al-Utsmani Bondowoso secara resmi kembali ke kampus untuk melanjutkan proses akademik mereka. Namun kenangan, pengalaman, serta hubungan emosional yang terjalin antara mahasiswa dan masyarakat Desa Wonosari diharapkan akan terus terjaga sebagai bagian dari perjalanan pengabdian yang penuh makna.
Penarikan KKN ini bukan sekadar penutup kegiatan, tetapi juga menjadi awal dari harapan baru bagi generasi muda desa untuk terus menyalakan semangat pendidikan, keilmuan, dan pengabdian kepada masyarakat.