
Jl. KH. Utsman Dusun Beddian Rt. 29 Rw. 06 Desa Jambesari Kecamatan Jambesari Darus Sholah 68263 Kabupaten Bondowoso

Jl. KH. Utsman Dusun Beddian Rt. 29 Rw. 06 Desa Jambesari Kecamatan Jambesari Darus Sholah 68263 Kabupaten Bondowoso
Artikel
HUMAS, Bondowoso — Semangat akademik dan pengabdian masyarakat terasa kuat saat Ketua STAI Al-Utsmani melakukan kunjungan langsung ke Posko 2 KKN yang berlokasi di Desa Sumberpandan, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso. Kegiatan KKN tahun ini mengusung pendekatan Participatory Action Research (PAR), sebuah metode yang menekankan partisipasi aktif masyarakat dalam proses identifikasi masalah hingga pelaksanaan solusi.
Kehadiran Ketua STAI Al-Utsmani, Ibu Dawimatus Sholihah, M.E, menjadi suntikan motivasi tersendiri bagi mahasiswa. Didampingi oleh Ibu Siti Habibaturrahma, M.E., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Posko 2 sekaligus Pembantu Ketua Bidang II (Kepegawaian, Administrasi Umum, dan Keuangan), kegiatan monitoring berlangsung hangat namun penuh substansi.
Paparan Program yang Terstruktur dan Visioner
Dalam sesi presentasi, mahasiswa Posko 2 memaparkan hasil pemetaan masalah berbasis partisipasi warga Desa Sumberpandan. Mulai dari isu pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga penguatan literasi keagamaan, seluruh program dirancang melalui dialog intensif dengan masyarakat setempat.
Metode PAR yang digunakan tidak hanya menempatkan mahasiswa sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai fasilitator perubahan sosial yang bekerja bersama masyarakat. Hal ini terlihat dari struktur program kerja yang sistematis dimulai dari identifikasi masalah, analisis kebutuhan, perencanaan aksi, hingga proyeksi keberlanjutan program.
Pesan Ketua: KKN Harus Berdampak dan Terukur
Dalam arahannya, Ibu Dawim menegaskan bahwa KKN bukan sekadar agenda akademik, melainkan ruang aktualisasi keilmuan dan karakter.
“Mahasiswa harus memastikan bahwa setiap program memiliki dampak yang jelas dan terukur. Jangan hanya ramai kegiatan, tetapi minim output. KKN harus meninggalkan jejak kebermanfaatan bagi masyarakat,” tegasnya.
Beliau juga mendorong mahasiswa untuk menjaga integritas, disiplin, serta menjunjung tinggi nama baik kampus selama berada di tengah masyarakat.
Pesan DPL: KKN PAR Harus Kritis dan Transformatif
Sementara itu, Ibu Siti Habibaturrahma, M.E menekankan pentingnya konsistensi dalam menerapkan metode PAR secara utuh.
“PAR bukan sekadar metode, tetapi cara berpikir. Mahasiswa harus kritis membaca realitas sosial, melibatkan masyarakat dalam setiap keputusan, dan memastikan ada perubahan nyata meski kecil,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar mahasiswa berani mensosialisasikan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) STAI Al-Utsmani Tahun 2026 sebagai bagian dari tanggung jawab kelembagaan. Menurutnya, mahasiswa adalah duta kampus yang paling efektif karena bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Suara Mahasiswa: Siap Mengabdi dengan Totalitas
Koordinator Posko 2 menyampaikan bahwa kunjungan pimpinan menjadi motivasi besar bagi timnya.
“Kami merasa dihargai dan didukung penuh. Masukan dari Ibu Ketua dan Ibu DPL akan kami jadikan bahan evaluasi agar program kami benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat Desa Sumberpandan,” ungkapnya.
Mahasiswa juga berkomitmen untuk terus memperkuat komunikasi dengan perangkat desa dan masyarakat agar seluruh program berjalan berkelanjutan, tidak berhenti ketika masa KKN usai.
KKN sebagai Laboratorium Sosial
Kunjungan ini menegaskan bahwa KKN berbasis PAR di STAI Al-Utsmani bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi laboratorium sosial yang melatih mahasiswa menjadi agen perubahan. Melalui kolaborasi, refleksi, dan aksi nyata, mahasiswa belajar bahwa pengabdian bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang belajar bersama masyarakat.
Dengan semangat kolaboratif dan visi kebermanfaatan, Posko 2 KKN Desa Sumberpandan optimis mampu menghadirkan program-program yang tidak hanya selesai secara administratif, tetapi juga bermakna secara sosial. (*)
©Tim IT STAI Al Utsmani 2024

