
Jl. KH. Utsman Dusun Beddian Rt. 29 Rw. 06 Desa Jambesari Kecamatan Jambesari Darus Sholah 68263 Kabupaten Bondowoso

Jl. KH. Utsman Dusun Beddian Rt. 29 Rw. 06 Desa Jambesari Kecamatan Jambesari Darus Sholah 68263 Kabupaten Bondowoso
Artikel
HUMAS,
Bondowoso - Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al –Utsmani Bondowoso ikut andil dalam
acara Seminar dengan tema Good Governance Fondasi Ketahanan Ekonomi Nasional pada Selasa (30/6/2026)
Acara seminar yang berlangsung dari
pukul 07: 00 WIB ini mengupas tuntas tentang penerapan Good
Governance yang mana tata kelola pemerintahan yang baik akan menjadi fondasi utama dalam membangun
ketahanan ekonomi nasional di tengah tantangan ekonomi global dan transformasi
digital yang bertajuk “Penguatan Tata Kelola Pemerintahan dan Kepastian Hukum
dalam Membangun Ketahanan Ekonomi Indonesia yang Inklusif dan Berkelanjutan” acara
ini digelar di Ballroom Grand Padies Hotel Bondowoso.
Dalam acara tersebut dihadirkan tiga
narasumber utama Hj. Zeiniye, , Anggota
Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, S.Ag., M.E., Dosen Universitas At-Taqwa
Bondowoso Abdullah Yaqin, M.E., serta Ketua STAI Al-Utsmani Bondowoso Dawimatus
Sholihah, S.Pd., M.E.
Dalam pemaparannya Hj. Zeiniye menyebutkan bahwa “Indonesia pada tahun 2026
menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perlambatan ekonomi global, perang
dagang, fluktuasi nilai tukar, kenaikan harga pangan akibat perubahan iklim,
hingga perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial
Intelligence/AI).
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut pemerintah membangun tata kelola yang
transparan, akuntabel, efektif, dan berorientasi pada pelayanan publik agar
mampu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus meningkatkan kepercayaan investor.
“Good Governance merupakan fondasi utama dalam menjaga investasi,
stabilitas fiskal, ketahanan pangan, serta mewujudkan Indonesia Emas 2045,”
tutur Hj. Zeiniye.
Selain itu Dosen STAI Al Utsmani juga menyebutkan bahwa “Kepastian hukum
dan reformasi regulasi merupakan fondasi utama dalam menciptakan iklim
investasi yang sehat dan meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia. Dalam
perspektif ekonomi syariah, kepastian hukum tidak hanya memberikan perlindungan
bagi investor, tetapi juga menjamin tegaknya nilai keadilan (al-‘adalah),
amanah, dan kemaslahatan bagi masyarakat,” ungkap Dawimatus.
Dari pemaparan diatas kita dapat memetik kesimpulan bahwasanya Tantangan
2026 itu nyata dan kompleks, dari global sampai teknologi.
Solusinya struktural: Good governance plus kepastian hukum. Keduanya jadi fondasi kembar: Good governance = jaga kepercayaan investor,
stabilkan fiskal, amankan pangan. Sebab,
.Tanpa dua hal itu, Indonesia Emas 2045 cuma jadi slogan. Dengan dua hal itu, semua krisis bisa kita
lewati, semua potensi bisa kita menangkan.
Karena sejatinya Ekonomi kuat butuh negara yang dikelola jujur, hukum yang
ditegakkan adil, dan kebijakan yang berpihak pada kemaslahatan. (*)
Pewarta : Siti Hanifatul
Musyarrofah
Editor : Heridianto.
©Tim IT STAI Al Utsmani 2024

