
Jl. KH. Utsman Dusun Beddian Rt. 29 Rw. 06 Desa Jambesari Kecamatan Jambesari Darus Sholah 68263 Kabupaten Bondowoso

Jl. KH. Utsman Dusun Beddian Rt. 29 Rw. 06 Desa Jambesari Kecamatan Jambesari Darus Sholah 68263 Kabupaten Bondowoso
Artikel
HUMAS, Jember – Suasana hangat penuh kekeluargaan mewarnai acara penarikan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa STAI Al Utsmani di Desa Karang Paiton, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember. Momentum ini bukan sekadar seremoni penutupan kegiatan pengabdian mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi yang sarat pesan moral, akademik, dan spiritual antara perguruan tinggi, pesantren, serta masyarakat desa.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Senat STAI Al Utsmani, Dr. Ubaidillah Afief, hadir langsung mewakili STAI AL UTSMANI bersama beberapa dosen sekaligus menyampaikan pesan dari Ketua Umum Yayasan PPS Al Utsmani, KH. Ghazali Utsman. Dalam sambutannya, beliau mengawali dengan ungkapan rasa syukur serta terima kasih yang mendalam kepada Pemerintah Desa Karang Paiton dan seluruh masyarakat yang telah menerima mahasiswa KKN dengan penuh kehangatan.
“Pertama-tama kami menyampaikan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Bapak Kepala Desa beserta seluruh perangkat desa dan masyarakat Karang Paiton yang telah menerima mahasiswa kami dengan sangat baik. Kami sadar, mahasiswa kami datang dengan segala keterbatasan dan kekurangan. Karena itu kami juga memohon maaf jika selama pelaksanaan KKN terdapat kesalahan, kekhilafan, atau hal-hal yang kurang berkenan di hati masyarakat,” ungkap Dr. Ubaidillah dengan penuh kerendahan hati.
Beliau menegaskan bahwa KKN bagi STAI Al Utsmani bukan sekadar menjalankan program akademik semata. Lebih dari itu, KH. Ghozali Utsman pernah berpesan : KKN merupakan bagian dari misi besar pesantren dalam menebarkan nilai-nilai keilmuan, pengabdian, dan akhlak di tengah masyarakat. Menurutnya, mahasiswa yang hadir di desa bukan hanya membawa nama kampus, tetapi juga membawa nama baik Pondok Pesantren Al Utsmani sebagai lembaga yang menaungi dan membentuk karakter mereka.
STAI Al Utsmani selalu berjalan seiring dengan misi pesantren. Oleh karena itu, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya membawa program kerja kampus, tetapi juga membawa amanah moral untuk menjaga nama baik pesantren dan lembaga,” tegasnya.
Selama menjalankan program KKN, mahasiswa telah berupaya berbaur dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan, mulai dari penguatan pendidikan keagamaan, pendampingan kegiatan masyarakat, hingga berbagai program sosial yang bertujuan memperkuat hubungan antara dunia akademik dan kehidupan masyarakat desa.
Sementara itu, Kepala Desa Karang Paiton, Bibit Aris Sudarmono, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap kehadiran mahasiswa STAI Al Utsmani di desanya. Ia mengaku bangga dengan sikap, perilaku, dan kontribusi mahasiswa selama menjalankan pengabdian di tengah masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran mahasiswa STAI Al Utsmani di Desa Karang Paiton. Mereka tidak hanya membawa program, tetapi juga membawa semangat kebersamaan dan nilai-nilai keagamaan yang sangat terasa di tengah masyarakat,” ujar Bibit Aris Sudarmono.
Bahkan dengan nada bercanda yang disambut tawa hadirin, beliau menyampaikan harapannya agar tahun depan Desa Karang Paiton kembali menjadi lokasi KKN mahasiswa STAI Al Utsmani.
“Kalau bisa, tahun depan ditempatkan di sini lagi. Kami sangat senang. Bahkan kalau ada mahasiswa yang ingin menikah dengan gadis desa di sini, kami persilakan,” ucapnya sambil tersenyum, yang langsung disambut gelak tawa para hadirin.
Di balik candaan tersebut, Kepala Desa Karang Paiton juga mengakui bahwa mahasiswa yang berasal dari lingkungan pesantren memiliki keunggulan dalam bidang keagamaan.
“Saya yakin santri Al Utsmani tentu bisa diandalkan dalam ilmu agama. Itu sangat dirasakan oleh masyarakat selama mereka berada di sini,” tambahnya.
Menanggapi sambutan hangat tersebut, Dr. Ubaidillah Afief juga menyampaikan pesan inspiratif kepada para mahasiswa agar menjadikan pengalaman KKN sebagai bekal berharga dalam kehidupan mereka ke depan. Menurutnya, KKN adalah ruang pembelajaran nyata yang tidak bisa diperoleh hanya dari bangku kuliah.
Ia mengingatkan bahwa mahasiswa harus mampu menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat. Perguruan tinggi, menurutnya, memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di tengah masyarakat, memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sosial, keagamaan, dan pendidikan.
“Kampus tidak boleh menjadi menara gading yang jauh dari masyarakat. Justru ilmu harus hadir di tengah masyarakat, memberi manfaat, dan menjadi solusi bagi berbagai persoalan yang ada,” tuturnya.
Acara penarikan KKN tersebut berlangsung dalam suasana yang penuh keakraban dan kebersamaan. Warga desa, perangkat desa, serta mahasiswa terlihat larut dalam suasana haru sekaligus bangga atas kebersamaan yang telah terjalin selama pelaksanaan KKN.
Penarikan ini sekaligus menandai berakhirnya masa pengabdian mahasiswa STAI Al Utsmani di Desa Karang Paiton, namun meninggalkan jejak hubungan yang erat antara kampus, pesantren, dan masyarakat desa.
Bagi STAI Al Utsmani, kegiatan KKN bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi merupakan bagian penting dari upaya menanamkan nilai pengabdian, kepemimpinan sosial, dan tanggung jawab moral kepada para mahasiswa.
Dengan berakhirnya program ini, diharapkan semangat pengabdian yang telah tumbuh selama di desa akan terus melekat dalam diri mahasiswa, sehingga mereka kelak menjadi intelektual yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peka terhadap kebutuhan masyarakat.
Desa Karang Paiton pun kini tidak hanya menjadi lokasi pengabdian mahasiswa, tetapi telah menjadi bagian dari perjalanan pembelajaran dan pengabdian yang mempertemukan nilai-nilai akademik, pesantren, dan kehidupan masyarakat dalam satu harmoni yang indah.
©Tim IT STAI Al Utsmani 2024

